You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Razia Pajak Kendaraan Bermotor di Lapangan Banteng Efektif
photo Wuri Setyaningsih - Beritajakarta.id

Razia Pajak Kendaraan Bermotor di Lapangan Banteng Efektif

Razia pajak kendaraan bermotor (PKB) yang digelar di sekitar Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat cukup efektif. Sebanyak 10 pemilik kendaraan langsung melunasi tunggakan PKB dengan total puluhan juta rupiah.

Total ada 10 kendaraan yaitu tiga mobil dan tujuh motor dengan total pembayaran sebesar Rp 27.625.900

Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Pusat, Minarsar Simbolon mengatakan, hingga pukul 12.30 WIB sudah tujuh pemilik kendaraan yang melakukan pembayaran.

“Total ada 10 kendaraan yaitu tiga mobil dan tujuh motor dengan total pembayaran sebesar Rp 27.625.900,” kata Minarsar, Rabu (6/12).

UP PKB BBNKB Jakut akan Razia Penunggak Pajak Kendaraan

Bahkan dari pantauan Beritajakarta.id, masih ada beberapa pengemudi mobil yang terjaring menunggu untuk membayarkan tunggakan PKB. "Ada yang proses sedang mengambil uang dan menunggu pemilik kendaraan sebenarnya," ucapnya.

Sementara itu,  salah satu pengemudi, Lukman mengaku sudah empat tahun bosnya belum membayar pajak kendaraan. "Saya hanya sopir, nanti bos saya yang membayar, total dendanya Rp 5.989.000," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye937 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati